Skip to main content

Start Nuju Lokasi ( edisi Smg - Salatiga - Kopeng - Jogja )

18 Maret 2007 - Pagi hari...
 
Goood morning tiyang Smg,....
anyway, untuk ungkapin rasa syukur gw. Pagi hari gw ikut Misa di Gereja kenangan gw...
 
Gereja Santa Maria Fatima dengan konstruksi gedung baru yang megah...
gw pernah misa di gereja ini pas masa kepemimpinan (alm ) Romo Yustinus Kardinal Darmoyuwono SJ
 
Well, untuk picture ada di (http://photos.yahoo.com/sikeciel/album ) album : Semarang
 
Setelah ramah tamah, gw ama keluarga cabut nyari sarapan....target sarapan adalah Sate Kerang, Soto, Dan lainnya.. Lokasi makan pun ada di jalan Sukun ( dekat dengan lampu merah )..hum.. nyummy banget...
 
setelah sarapan selesai, perjalanan di lanjutkan ke arah Smg bawah. Di sini, gw njemput temen² nostalgia bokap untuk acara di Salatiga.
 
18 Maret 2007 - Pagi/Siang/Sore hari..
 
Setelah temen² bokap ikut masuk, mulailah perjalanan gw ke arah Salatiga.
Jalurnya pun lancar ( mungkin masih agak pagi kali yeee).
 
Sampailah di Salatiga, ternyata temen bokap yang akan di kunjungi ini punya rumah nan mentereng... weeeew...kalo ndak salah inget nilei bangunan bisa 1 M lebih.. ck.kc.kc.kc lah dasar wong sukses...hehhehehe
 
Acara family gathering ini pun cukup lama ( maklum aja laaaaa....temu kangen dll, gosip sana-sini ). Alhasil, gw cuman jadi pendengar termuda.. alias kambing muda conge...:P.  Acara di selingin dengan santap siang dan ramah tamah.
Setelah itu dilakukan acara pengambilan gambar...hheheheh lumayan akhirnya gw ada kerjaan lain ( selain nyupir )...
 
Jepret.....Jeprettt... Jepret...kamera gw mulai beraksi heheheh not bad lah untuk pemula untuk pengambilan angle...
 
Well, setelah acara dah kelar.. akhirnya kamipun pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Jogja...tapi tidak melalui rute boyolali... tetapi mengambil rute Kopeng...
 
18 Maret 2007 - Sore/Malem hari...
 
Jalur yang di gunakan adalah dari arah Pasar Sapi, ke arah Kopeng.. nanjaaaaaakkkk... berliku² liwat tanaman bawang, wortel dll... dari arah kopeng kami masih terus ke arah Ketep Pass di Desa Sawangan.
 
Cuaca dingin, maklum disertai hujan, dan juga kabut yang turun super tebal yang membuat kami harus extra. Tingkat kecuraman jalanpun bisa mencapai 30 derajat, licin...
 
Sempet ban mobil slip kiri kanan karena kondisi ini. tapi yaaaahh, berbekal doa, kemahiran dan keingin tahuan supir.. Gw maksudnya :P.... alhasil kondisi bisa di atasi.
 
Setelah melewati Ketep Pass, masih terus ke arah Pos Pengamatan Babadan...trusss kemudian kami ambil arah ke kiri ke arah Muntilan....jalan di sini agak rusak dan rusak karena banyak sekali truk² pasir yang melawatinya.
 
Dugaan saya benar, ternyata jalur ini tembus ke arah Kerkoof, Van Lith atau Makam Romo Sanjoyo dekat dengan terminal Muntilan. Kemudian kami pun lanjut terus ke arah rumah Kakak di Bantul....
 
Di Bantul pun, kami tidak berapa lama, karena start pulang adalah dari Sleman ( karena ada hal yang perlu di kerjakan di sleman )...
 
Kembali keeee.... SLeman.
aku sempet temu kangen ama adik sepupuku....hehehhe tambah jadi gadis sekarang...:P
cakep pulak... hehehhe...
 
saking capenya aku pun tertidur..........
 
 

Comments

Popular posts from this blog

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...