Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2026

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...

JDZiva Makin Glow! ✨

Website jdziva.my.id baru aja dapet update kece nih — sekarang tiap artikel udah dilengkapin sama timestamp & icon update biar keliatan lebih fresh dan informatif, plus ada beberapa enhancement kecil-kecilan yang bikin tampilan makin rapi dan enak dipandang. Ke depannya, website ini bakal makin glow up lagi dengan perapihan tampilan, pemasangan SSL buat keamanan, sampe ide-ide segar yang siap bikin pengunjung makin betah — so, stay tuned ya! 🚀✨ 👉 Jangan ketinggalan info terbaru — langsung cus ke jdziva.my.id dan stay updated setiap saat! 🚀✨

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

(cerpen) Antara Peron, Kantor, dan Meja Belajar

Perjalanan hari ini terasa lebih panjang dari biasanya, membelah Jakarta yang mulai riuh oleh napas mudik. Estafet Pagi Pukul enam pagi, saya sudah berada di dalam gerbong MRT dari Lebak Bulus . Kereta melaju tenang menuju Stasiun Sudirman , lalu bersambung dengan KRL ke arah Jatinegara . Karena waktu masih menunjukkan pukul tujuh, saya memilih menepi di lantai dua stasiun.  Dari atas, saya menyaksikan gelombang manusia; tas-tas besar dan wajah lelah namun antusias khas pemudik Lebaran 2026 mulai mendominasi peron. Perjalanan berlanjut. Saya turun di Stasiun Klender , menyambung angkot merah yang seliweran, hingga akhirnya tiba di depan kantor. Gerbang yang Tertutup Kejutan kecil menanti di depan pagar. Bapak office boy rupanya terlambat datang. Gerbang dan pintu utama masih terkunci rapat. Para staf yang sudah melakukan absensi hanya bisa berdiri bergerombol di teras, menunggu sang pemegang kunci muncul. Suasana baru mencair dan kerja pun dimulai setelah pintu akhirnya terbuka le...