Skip to main content

Kompile Kernel 2.6

Kompilasi Kernel 2.6        
Friday, December 26 2003 @ 10:05 PM UTC
Contributed by: Kocil

LinuxAnda pasti sudah dengar berita hebatnya kernel 2.6. Saya juga,
 makanya minggu lalu berjuang mau pasang. Wah, ternyata ada undocumented
 requirement. Baca dulu artikel ini biar nggak keblasuk.

DOWNLOAD

Ada dua :

   1. module-init-tools-3.0-pre2.tar.bz2 Masih pre, tapi harus dipakai. Kalau tidak, nanti error saat booting.
   2. linux-2.6.0.tar.bz2

KOMPILE MODULE-INIT-UTIL

Ini dia yang bikin saya keprosok 3 hari ngak bisa kompile kernel 2.6.Ternyata kita harus pasang dulu module-init-util baru.

## ekstrak source
root@borneo :# cd /home/src
root@borneo:# tar -xjf /home/ftp/source/module-init-tools-3.0-pre2.tar.bz2
root@borneo:# cd module-init-tools-3.0-pre2/
root@borneo:# less README

## Ikuti saja petunjuk di README
root@borneo :# ./configure --prefix=/
root@borneo:# make moveold
root@borneo:# make
root@borneo:# make install
root@borneo:# ./generate-modprobe.conf /etc/modprobe.conf
root@borneo:# cp modprobe.devfs /etc

## selesai

KOMPILE kernel

Ada beberapa perubahan di tarbal kernel 2.6 yang bikin saya terkejut. Diantaranya:

* Susunan menu-nya berubah. Banyak fitur pindah ke bawah device driver.
* Saat configure, bisa otomatis deteksi hardware anda. Jadi tipe CPU, device driver semua sudah langsung dipilihkan. Asik kalau mau kompile buat sendiri, tapi hati-hati saja kalau mau kompile buat komputer
 lain.   
* Pilihan default adalah MINIMUM ! Jadi kita harus banyak menghidupkan fitur sana-sini.
* Tata cara kompilasinya ada kemajuan. Lihat README atau panggil "make help".

Ok, langsung saja ini tahap-tahapnya:

## ekstrak source
root@borneo:# cd /home/src
root@borneo:# tar -xjf /home/ftp/source/linux-2.6.0.tar.bz2
root@borneo:# cd linux-2.6.0

## Konfigurasi, lihat detail setelah ini
root@borneo:# make menuconfig

## Kompilasi & pasang
root@borneo:# make all
root@borneo:# make modules_install

## Pasang kernel cara manual
root@borneo:# cp arch/i386/boot/bzImage /boot/vmlinuz-2.6.0
root@borneo:# cp System.map /boot

## Pasang lilo. Lihat listing lilo.conf setelah ini
root@borneo:# mcedit /etc/lilo.conf
root@borneo:# lilo

## That's all
root@borneo:# reboot

KONFIGURASI

Konfigurasi kernel adalah tahap terpenting yang menentukan kualitas kernel anda. Anda harus putuskan modul apa yang harus diikutkan/ditinggal,sesuai tuntutan hardware dan keperluan. Beberapa yang penting:

    * Processor Type
          o Processor Type: sesuai komputer, misal Pentium III
          o SMP support: NO saja kalau anda cuma punya 1 CPU.
          o ACPI : YES. Tapi balikin ke NO kalau misalnya network card jadi error.
    * Power Management support Kalau pengen kencang tapi resiko tanggung sendiri, boleh pilih NO. Buat yang mau aman, YES saja.
          o Software suspend: YES, asik buat dicoba
          o Suspend to disk: YES, asik buat dicoba
          o ACPI : Hanya YES buat komputer 2001 ke atas.
          o APM : YES. Boleh NO buat komputer 2001 ke atas.
    * Bus Options: jangan sentuh kalau anda ragu.
    * Executable format: semua saja.
    * Device drivers: nah ini dia makanan pokoknya. Pilihannya sangat luas.
          o SCSI : matikan saja kalau tidak punya.
          o Old CD-ROM driver: matikan, kecuali komputer anda kuno banget.
          o Multi-device : hidupkan RAID kalau anda punya 2 harddisk atau lebih.
          o Networking support: Duh ... ini rumit. Buat yang basic sudah hidup, tapi yang advanced masih mati semua.
                + Networking options. Banyak pilihan, biarkan saja  kalau anda pusing. Tapi paling tidak hidupkan Netfilter. Default-nya mati  lho !!! Ikuti saja menu-nya lalu hidupkan semua (NAT, masquerade, dll).
                + Network device support: hidupkan dummy dan beberapa driver network card anda sebagai module. Kalau anda punya ethernet, cari di dibawah Ethernet (10/100 MBps).
                + PPP hidupkan kalau mau pakai modem.
                + Traffic shaper: pasang buat me-limit bandwith boss
 anda :)
          o Graphic support
                + Frame buffer : YES
                + Hidupkan VESA VGA graphic support, lalu cari dan hidupkan driver buat video anda (kalau ada).
                + Console support: Hidupkan console mode selection dan frame buffer support.
                + Logo : pilih saja kalau suka.
          o Sound: pilih ALSA, lalu hidupkan driver sesuai sound card anda. Di komputer saya driver yang benar sudah langsung terpilih. Buat VL 4.0, karena banyak aplikasi masih kompilasi lama, hidupkan juga OSS.
    * File system:
          o Pilih YES untuk reiserfs.
          o Kalau tidak terpakai, jadikan ext2 dan et3 sebagai module.
          o Hidupkan yang perlu di module DOS/FAT/NT.
          o Di network file system, hidupkan SMB. Kalau mau main active directory, hidupkan CIFS.

IMHO, itu saja yang penting. Tapi kebutuhan orang kan beda-beda. Silahkan berpetualang sendiri.


LILO.CONF

Listing lilo.conf

# LILO configuration file
#
# Start LILO global section
boot = /dev/hda
message = /boot/boot_message.txt
prompt
timeout = 1200
change-rules
  reset
vga = 773

### DOS bootable partition config
other = /dev/hda1
  label = DOS
  table = /dev/hda

### Linux bootable partition config
image = /boot/vmlinuz
  root = /dev/hda9
  label = Linux
  read-only

### New linux bootable partition config
image = /boot/vmlinuz-2.6.0
  root = /dev/hda9
  label = Linux-2.6
  read-only

SELAMAT MENCOBA...!!!


Copyleft : Kocil, 2003
License : GNU FDL
Posted to: www.benpinter.net, 28 Dec 2003.
Testbed : Vector Linux 4.0
Writepad : Bluefish 0.11

Comments

Popular posts from this blog

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...