Skip to main content

Jadi Boncenger @ Bandung ( day 1 )

Siang - Sore
 
Kopdar YVML di Bandung ??
 
Gak pernah terlintas dibenakku satupun. Tapi hari Jumat kemarin membalikkan semuanya. Menggantikan rekan kerjaku yang tidak masuk, aku mendapatkan mandat tugas ke Bandung.
 
Set mode menjadi seorang Backpackers ...dengan berbekal seadanya,standard dan darurat ( Kamera SLR, Lens 15-55mm + Lens 70-300mm, Peralatan mandi, dan beberapa peripheral ) aku pun berangkat.
 
Selama diperjalanan ke Bandung, aku pun flashback ingatanku yang dulu. Lamno pernah bilang [i][b]"Secara loe gak Sah sebagai member YVML kalo gak mampir ke sekre di Bandung"[/b][/i]..hehehehe edyan dalem banget bok..!!!
 
Berbekal ingatan itulah aku mencoba kontak member yang ada di phonelist ku ( baru ada Tako_ganteng, Novell_dy, ama Cing Roy ..:(( ) untuk mendapatkan nomer kontak dan alamat Sekre Bandung. Nomer dan Alamatpun kudapatkan.
 
Setelah sampai di Bandung, aku pun mengerjakan tugas yang diberikan. Puji Tuhan dan Amin, semua lancar tiada kendala. Kebetulan hari masih terlihat terang
 
Kucoba kontak nomer yang diberikan Rekan² yang ada diBandung, Lamno ( Bro Levi ) ?? hum, ternyata kalo gak ada di list phonebooknya gak diangkat ( asemm semprul :P ), nomer alternatif dihubungi... ternyata nomer`e cf_vega ( bro Tiarsa ).Hore nyambung....
 
Dari balesan, Bro Tiarsa berniat njemput aku. Tapi daripada merepotkan akhirnya aku memakai fasilitas Taksi "GR" untuk menuju lokasi Sekre.
 
Sialnya, aku mendapatkan supir taksi yang tidak paham jalur Bandung ( selama perjalanan, supir taksi mengakui kalau untuk jalur semacam Sekolah dll ia tak paham, tapi untuk ke arah Diskotik fave dan hiburan malam...ia paling gape... sayang, aku lupa meminta nomor HP`nya .. (heheh LOL )
 
Akhirnya aku sampai juga di sekre Bandung dengan selamat. Di sambut oleh Bro Levi dan Bro Tiarsa. santailah kami bertiga di Sekre, berhubung aku lapar maka makanlah kami bertiga....little partij lah.
 
[b]Malam pukul 7pm[/b]
 
Setelah refreshing dan menyegarkan body. Aku pun bersiap untuk "jalan malam". Nyok opo seh apik`e Bandung ?? Bertiga ( Bro Tiarsa, Bro Levi dan aku ) pun melakukan perjalanan malam. Oh iyah, aku jadi boncenger dari Bro Levi sedangkan RC dipegang oleh Bro Tiarsa.
 
Tujuan kami awalnya adalah "ngider" seputaran Bandung. Karena RC`nya sendiri yang bingung. Maka kami mengarahkan stang motor ke Lembang.
 
Well, sampai di Lembang...Bro Tiarsa nawarin untuk "mo gak ke atas ??". Pemikiran dari Lamno adalah Lt.2 sebuah cafe ( karena waktu itu kami sempat berhenti sebentar di sebuah cafe di Lembang ). aku sendiri jawab "hayuk atuh...!!". Ternyata jauh pemikiran Lamno dari cf_vega.....
TANGKUBAN PERAHU Mountain the next Destination.....!!
 
Hahahaha.....nanjak.. endut²an...nanjak.. oper gigi..belok kiri belok kanan.. ditemani hawa dingin....
 
Sampai di pintu masuk ke Gunung Tangkuban kami berhenti untuk rest di sebuah warung....kopi susu, bala-bala, dan rokok pun mulai ngebul...gak terasa sudah mendekati tengah malam, dan gak terasa pula cf_vega sudah menghabiskan 2 gelas kopi susu ( demen kopi apa susu`nya sih loe ?? ..kekekek )
 
Oh iya, selama di warung ini ternyata.. bro Eki dan bro Oke(u) nyamper ke sekre. Yah, kurang beruntunglah mereka karena kami ada di Tangkuban Perahu.
 
Setelah puas di warung ini ( padahal aku mo nantangi ke arah Kawah Domas ..:P ), kami pun turun kembali ke Bandung. Tapi tidak ke sekre dulu, kami parking di kawasan Braga ( depan Gedung Landmark )..cuci mata kiri kanan....
 
Setelah mata kecuci semua...kami pun pulang ke sekre...split jalur dengan Bro Tiarsa yang kembali ke Homebase`nya.
 
Well, karena sudah malam aku hanya modal cuci muka + sikat gigi.. dan langsung tertidur... Nite eperibodii.....
 

 

Comments

Popular posts from this blog

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...