[author : uLieL CrewcieL]
[vehicle : Vega-RD F2957AM callsign : Andria ]
[destination : Puncak ]
[vehicle : Vega-RD F2957AM callsign : Andria ]
[destination : Puncak ]
------------------------------------------------------
[Good Morning.....Ngetab Oli dab...]
Pagi itu aku sengaja bangun siang hari. Weh tumben yak ? Because what ? Oo..hari itu aku bermaksud berkunjung ke salah satu rumah temanku sekantor
[Good Morning.....Ngetab Oli dab...]
Pagi itu aku sengaja bangun siang hari. Weh tumben yak ? Because what ? Oo..hari itu aku bermaksud berkunjung ke salah satu rumah temanku sekantor
( orangnya sekarang berada di Anaheim - California, USA ).
Pukul 7.30am, aku sudah cabut dari rumah. Tentu saja naik <b>Andria</b> donk. Tidak jauh dari rumah, HP-ku pun berbunyi..Oooh ternyata reminder notes todo.Isinya adalah... hari ini aku harus ganti Oli dan service ringan. Memang sih, aku agak telat dalam penggantian oli kali ini ( Km`nya lebih dari yang aku bayangkan ). Aku mendisiplinkan diri ( untuk penggantian Oli khususnya ) dengan melakukan catatan kecil, sama seperti apabila mengganti Oli pada kendaraan roda empat ( KM awal, Km Akhir..kembali di Km..xxx )
Aku pun menuju sebuah bengkel Yamaha di kawasan Tajur, lokasinya pun tidak jauh dari Pool Lorena Tajur. Setelah semua selesai, aku pun melanjutkan perjalanan ke arah Puncak, tepatnya di kawasan cisarua ( sebelum komplek Evergreen ).
[ Diurut ???.... alamak...sakitnyoooo ]
Sampai di rumah temanku, aku disambut baik oleh si empunya rumah. disini aku ngobrol ngalor-ngidul, cheap talk, haha-hihi, basa-basi sambil sesekali main komputer. Aku pun cerita mengenai case "Andria Breakdown di jalan". Dan hasilnya, siempunya rumah berniat untuk mengurut tanganku ( yang sampai kondisi terakhir ini masih sangat sakit untuk digerakkan. Terutama apabila pas berkendara, dan bertemu dengan jalan yang tidak rata, bergelombang ataupun rusak...rasa sakit akibat berguncang² pun sangatlah terasa )
Pergelangan tanganku pun mulai diurut, dengan teknik pijat yang benar tentunya. Oh iyah, minyak yang digunakan adalah minyak zaitun yang dicampur rempah² ( bahan china kali yee ... ) Hasilnya ? aku menjerit sejadinya ( EGP, Bodo amat, sabodo teuing, mboh skarepku... Pabu sacilat loro banget`e dab..). Tidak berapa lama, sakit di
pergelangan tangan sudah berkurang. Aku pun dibawakan sebotol ramuan ( anggur putih di campur obat blabla..pu yuan ah... lupa aku susah banget nama obatnya ).
Sepulang dari rumah temanku aku membesut andria, kali ini aku tidak pulang ke arah Bogor. Melainkan ke arah Puncak pass.
[ Wisata sendirian ]
Walaupun cuaca cukup panas, hawa sejuk aku rasakan sewaktu sampai di Puncak Pass. Disini aku mengambil beberapa gambar dari puncak pass, rileks dan santai sambil menikmati ciptaan Tuhan ( alam, hawa sejuk, gadis² cantik yang kebetulan parkir disini )
Tidak begitu lama parkir di sini, kulanjutkan perjalanan ke arah Telaga warna yang lokasinya tidak jauh dari Puncak Pass. Oh iyah, parkir untuk di Puncak pass adalah Rp 1000,- untuk roda dua, sedangkan untuk Roda 4 dikenakan charge antara Rp 3 ribu - 5 ribu rupiah.
Telaga warna ? Lokasinya hampir berseberangan dengan Puncak pass, disebelah kanan jalan apabila dilihat dari RM Rindu Alam Puncak. Dari segi Geografisnya, Telaga ini terletak di dataran tinggi, dan diapit oleh lembah yang ditumbuhi berbagai aneka tanaman, sehingga membentuk Hutan. Dikelola oleh Perhutani - Departemen Kehutanan.
Pintu masuknya dari pinggir jalan raya puncak hampir tidak terlihat. Hanya di sebuah gang kecil, yang mana hanya Roda dua saja yang dapat masuk. Untuk roda 4 parkir dipinggir jalan, didepan deretan warung sayuran yang sudah menanti.
Jarak dari gapura ke arah pintu tiket masuk berjarak ± 300m, kondisi jalan paving blok rapi dengan batasan di kiri-kanan adalah perkebunan Teh.Di pintu masuk ini pengunjung dikenakan Tarif ( resmi loch )...Rp 3000 per orang, dan untuk parkir Roda 2 dikenakan tarif ( Resmi juga ) Rp 2000 per motor. Motor dilarang untuk masuk ke dalam area telaga warna. Motor hanya dapat di parkirkan didepan pintu masuk loket saja.
Oh iya, kameranya free loch. Tidak seperti pengalaman sebelumnya ( berkunjung di Gunung Pancar ) yang di kenakan charge Rp 300rebu ( duit masuk ke kantong oknum ) :P...
[ Mancing... ]
Begitu saya masuk, saya disuguhi oleh pemandangan yang alami. Barisan pohon besar menyambut saya...dan tampak oleh saya sebuah Telaga kecil...Yah itulah Telaga warna. Bentuknya lingkaran oval dengan diameter lebar ± 50mtr dan diameter panjang ± 200-250mtr, untuk tingkat kedalamanya saya kurang begitu tahu.
Sayang sekali kunjungan saya kali ini saya kurang beruntung. Saya hanya menemukan Telaga ini hanya berwarna coklat ( mirip kolam kalo gak di bersihkan gitu ).
Suasana areal ini sangat sepi, dan terlihat oleh saya beberapa pengunjung memanfaatkan untuk tidur, dan kebanyakan dari pengunjung itu membawa peralatan pancing. Yaaa, ternyata walaupun Telaga ini coklat kotor, namun untuk ikannya sangatlah banyak dan bervariatif ( baik dari warna, jenis sampai ukuran besar pun ada di sini ).
Pemancing memanfaatkan momen ini untuk menyalurkan hobinya.Karena sudah menjelang sore, saya pun meluncur turun kembali ke rumah. untuk oleh² buat rekan² saya ambil beberapa dokumentasi di sini.
Silakan dilihat di http://www.flickr.com/photos/crewciel atau http://www.flickr.com/photos/sikeciel
Salam wisata.....Selamat berpuasa
any idea, kritik dan saran silakan di alamatkan ke foxangeli@yahoo.com or ke YMid : foxangeli
Comments