Rekaman peristiwa :
Pagi itu diawal Agustus 2007, aku bangun pagi.ehm, Nothing to do...
Sehari itu aku merasa BT ( bukan B****i Tinggi or Butuh Transperan ( eh tapi boljug dink ) ) bad mood.
Tiba-tiba terlintas di benakku, untuk menghilangkan rasa badmood ini aku coba untuk touring ringan saja dengan motorku ( My VEGA "andria" F2957AM ).
Ah tidak rame kalau hanya jalan "sorangan" ( seorang diri ). Kucoba ajak seorang rekan....Bogorian YVML 070 Tako "Eko" Ganteng. Gayung pun bersambut.Bro Tako setuju, hanya saja ia butuh waktu untuk ajak Boncenger ( yang kemudian diketahui bernama teteh "R" ). Maknyus...
Sesuai dengan perjanjian, aku pun meluncur ke sekre Bogor di kawasan Bojong Gede ( arahnya sih lebih dekat ke Pemda lah ).Sampai di Sekre, kondisi sepi..hanya ada adik dari Bro Tako. Ooo.. ternyata otw menjemput boncenger. Sempat aku menunggu lama, ternyata perjalanan dari rumah boncenger ke sekre dihadang kemacetan luar binasa. :((. Tapi gak apalah yang penting selamat sampai di sekre.
Selama menunggu Bro Tako yang masih berkutat dengan macet, kucoba ajak seseorang yang lain....bogorian YVML 075 ( kalo ndak salah nomer registnya )..Bro Djeri Louis. Gayung bersambut lagi ( aku ngajak pake telop, bukan pake Gayung buat mandi..red ), Bro Djeri setuju ( dari suaranya sih baru baru bangun tekdung alias baru bangun bobo )...padahal jam sudah menunjukkan pukul 11am. Akhirnya di sepakati khusus untuk Bro Djeri nanti "intercept" di jalan.
Oh iyah, aku lupa menuliskan tujuan touring ringan kali ini... yakni di Gunung Pancar, tidak jauh dari perumahan Bukit Sentul .
Akhirnya Bro Tako + Boncenger sampai di rumah dengan selamat ( lho koq malah boncengan bertiga ?? termasuk Pak Slamet ?? LOL )....
Akhirnya Bro Tako + Boncenger sampai di rumah dengan selamat ( lho koq malah boncengan bertiga ?? termasuk Pak Slamet ?? LOL )....
Chekout dari rumah pun dilaksanakan setelah Adzan Dhuhur. Kami pun bertemu dengan Bro Djeri yang sudah menunggu di lampu merah arah sirkuit sentul. Tiba² HP berbunyi...Djeri ada tugas "nyabut kabel RJ-45" ...ck.kc.kc.ck akhirnya dengan berat hati Bro Djeri kudu balik ke tempat aktipitas.
Aku dan Bro Tako pun melanjutkan perjalanan dengan tujuan mengisi full tank semua tunggangan kami. Setelah ok, Kami besut tunggangan ke arah Gunung Pancar.
[Badmood bertambah...]
Sampailah kami didepan pintu masuk kawasan perhutani Gunung Pancar. Kami di tarik restribusi sebesar Rp.300 rebu!!! heh..!! apa ndak salah nih ?? aku lihat di tarif masuk motor hanya kisaran 1000 - 5000an, koq bisa sampai Rp 300rb ?? Alasan oknum yang bertugas disana, aku membawa alat dokumentasi film ( wew... jadi ini toh alasannya dia lihat aku bawa tripod kamera ). Kucoba berdalih bawa aku sedang melakukan survey untuk acara kantor dan ini bukan kamera film tapi digital camera alias kamera jepret
...dan apa yang terjadi...???
Dari Budget yang disodorkan Rp 300rebu tadi berubah drastis menjadi Rp 20rebu untuk 3 orang ( include 2 motor )....weh....hwarakadah.!! Dasar permainan oknum.ck.kc.kc.ck
Akhirnya aku pun masuk dengan tiket 20rebu tersebut ( walaupun diwanti² photo jangan banyak²...:P tahu sendiri 1GB = 900 Jpeg bisa terekam :P ).
Kembali kami pun besut tunggangan ke arah Pemandian Air panas....
Untuk kondisi medan....wew...maknyus!! ingat perjalanan aku dengan Bro Levy di Dago Pakar ?? hampir seperti itu..hanya saja ini totally extrem, sehingga membuat boncenger Bro Tako harus sering turun dan jalan kaki... perjalanan menanjak dengan kondisi medan yang terjal.
Istirahatlah kami sebentar didepan pintu masuk Pemandian air panas untuk pengembalian kondisi fisik, kami pun coba cek HP apabila ada misscall, mms, sms dll....walhasil...NO Signal Detected....yaiks..!! 3 - 4 HP kami dalam kondisi yang sama tidak ada signal ( provider berbeda )..setelah lihat situasi di sekitar, posisi kami saat ini berada di tengah lembah yang dikelilingi bukit yang ditumbuhi tanaman pinus.
Kami pun mencoba belanja air mineral Merk A*** ukuran 1.5Ltr. Harga Normalnya dijual Rp 3rebu - Rp3500. Tapi untuk di kawasan ini harga normal tidak berlaku, harga abnormal berlaku yakni Rp 6rebu..!! Daripada kami kehausan dijalan, kami pun membelinya.
Kami pun tidak berminat untuk masuk ke dalam kawasan Pemandian air panas ( lha wong hawa dah gerah pake acara berendem pula di air panas .... opo tumon ?? ). Kami pun mencoba mengambil sebuah jalur jalan yang menanjak. Still Pede kami pun adventure ke sana....
sampailah kami disebuah kawasan IDT ( Inpres Desa tertinggal ), Ironis memang padahal kawasan desa ini lebih dekat dengan daerah Sentul ( yang notabene di huni oleh orang² berduit ) tetapi kondisi geografisnya yang membuat desa ini seperti terisolir.
Buntu.....akhirnya kami pun tiba diakhir jalur diujung desa. Oleh penduduk setempat, kamipun diarahkan untuk kelokasi PUSAT Air panas... wiiihhh gak nyangka bisa sampai di pusatnya..untuk jalannya ? sami mawon.. sama saja.... kami pun harus berjalan menyusuri medan berbatu terjal...
Oleh penduduk setempat, kami di tunjukan pusat mata air panas. Bentuknya seperti kolam empang berdiameter 2 - 3 meter dan ada gelembung² air panas yang keluar, disekitarnya dipasang pagar dari anyaman bambu supaya pengunjung tidak terpeleset atau nyemplung didalamnya.
[Pulang melalui jalan lain....]
Kami pun memutuskan pulang kembali dengan melalui jalan yang lain. Well, kondisi track berbatu terjal. Dan tidak berasa kami pun menembus hutan pinus yang rindang...Kami pun beristirahat kembali di sebuah warung "kaki lima" dikawasan tersebut. Sambil istirahat kami pun coba cek HP kembali.
Signal terdeteksi, hanya saja sangatlah lemah ( kalau tidak salah hanya 1 bar saja ). Kami pun berhasil menghubungi Bro Djeri. Bro Djeri pun akhirnya berhasil menyusul ketempat kami beristirahat..setelah ngobrol "ngalor-ngidul" kami pun sepakat mencari makan siang ( padahal jam sudah menunjukkan pukul 3pm ), kami coba mencari makanan berupa sate kiloan..
Meluncurlah kami menuju lokasi makanan..ternyata Boncenger dari Bro Tako tidak suka daging embek,domba dll... hehehehe embeeeekkk
[ Warsun Mahal ]
akhirnya kami menuju ke alternatif tempat makan. Sebuah Warsun ( Warung Sunda ), ternyata harga makanan di warsun ini sangat mahal dan kami tidak rekomendasi kan kepada rekan-rekan yang akan ke sana. Posisi warsun ini ( apabila dari arah sirkuit sentul ) ada di pertigaan antara arah ke lokasi gunung pancar dan arah ke Komplek Bukit Sentul. untuk nama warsunnya aku sendiri lupa catat.
Well, setelah kenyang dan tahu kondisi tersebut kami pun berpisah jalur. Saya dan Bro Djeri mengambil arah cijayanti - Cimahpar. Sedangkan Bro Tako mengambil arah Sirkuit Sentul untuk kembali ke lokasi rumah.
Akhirnya kami pun kembali ke rumah dengan selamat.
ps : dokumentasi photo ada dalam bentuk CD
Comments