Skip to main content

Bukber @ Kolonel Sanders Place

Bukber - Buka Bersama YVML korwil Bogor
---------------------------------------
 
[ Pamer Paha - PAdat MERayap tanPA HArap]
 
Setelah sukses mengadakan acara sahur bersama secara dadakan beberapa waktu yang lalu, kali ini YVML Bogorian mengadakan acara buka bersama ( bukber ).
 
Acara yang jatuh pada hari sabtu ( 5 Okt 2007 ) kali ini dilakukan disuatu Resto yang cukup fancy, terkenal dan terjangkau ( bagi yang berduit sih ). Resto cepat saji ini terkenal dengan ayam goreng yang di ramu oleh seorang yang bernama Kolonel Sanders dari Kentucky, USA.
 
Sore hari itu aku pun sangat antusias sekali untuk mengikuti acara tersebut. Setelah mandi dan berdang-dang eh berdandan..aku pun mulai manasin dan kemudian membesut Andria menuju lokasi bukber. Tidak lupa aku pun membawa SLR kesayanganku.
 
Kawasan jalan menuju resto tersebut sangatlah padat. Maklumlah, menjelang berbuka dan menjelang lebaran apalagi lokasi tersebut diapit oleh beberapa pusat perbelanjaan dan beberapa tempat FO ( Factory Outlet ). Macet pun terjadi di beberapa ruas jalan akibat banyaknya aktifitas di titik ini. Pamer Paha kata orang... alias padat merayap tanpa harap...
 
Memang inilah yang terjadi di sepanjang jalan Pajajaran mulai dari depan Pangrango Plasa, kawasan Tugu Kujang, Terminal Bis Baranangsiang, Exit tol Jagorawi, dan dari Kawasan Sukasari.
 
[ YVML 075 di potong jalurnya.......]
 
Tak berapa lama aku pun sudah mendekati lokasi bukber, ketika hendak memasuki kawasan parkir, tanpa sengaja aku memotong jalur sepeda motor lain. Ternyata YVML 070 + Boncenger ( teh Risma ) yang langsung ambil parkir di sebelah motorku. ( hehehe.. mu`up bro.. gak liat.. abis ada minibus Bogor - Parung ngetem di situ jadi gak liad dirimu ...kekekkeke )
 
Setelah parkir, aku dan Bro Eko dipanggil ke Lt.2 oleh Djeri YVML 075. Well, sebelumnya aku sudah berpesan kepada Djeri supaya booking tempat. Apalagi dengan sikon semacam ini.  Dan benar saja, ketika kami masuk Resto untuk menuju ke lantai 2, kami melewati 4 counter yang penuh dengan pengunjung yang antri (dih, dah mirip leter I, L, dan U ...maknyus ). Di lantai 2 kami pun di sambut oleh, Bro Djeri, Aciem, Novell, Manda ( Suzuki Thunder ) + rekan.
 
Dug..Dug..dug... Waktu berbuka tibaaa....!!!!
 
ternyata Djeri lupa memesankan makanan kami, alhasil...Bro Eko pun nebeng untuk sekedar minum...untuk membatalkan puasa. Nah, kalo aku mah.... tetep setia dengan SLR ditangan.
 
[Hujan Turun.....Breesssss ]
 
Setelah beberapa saat, kami pun akhirnya dapat menikmati ayam goreng tersebut ( dengan panas tentunya ). Setelah kenyang, acara dilanjutkan dengan ngobrol ngalor ngidul yang gak jelas. Tidak beberapa lama, kami kedatangan calon member baru ( wah sayang aku lupa namanya )...
 
...Tiba² Hujan turun dengan derasnya...wah, amankan helm.....!!!
 
Cheap talk pun berlanjut sambil menunggu redanya hujan.
 
Akhirnya hujan pun reda, rencananya rekan² ini akan melanjutkan ke tempat kopdar ke 2 yang berada di kawasan Air mancur. Hanya sayang, aku tidak dapat mengikutinya karena ada sesuatu hal yang harus aku lakukan di rumah ( Njaga rumaaaah.. maksud gweee... ).
 
Rupanya Bro Eko juga ada keperluan juga. Mengingat masih 1 jalur dengan aku, kami pun split jalur di depan Pangrango Plasa. Kami menuju Warung Jambu, sedangkan Djeri cs menuju air mancur....
 
Aku pun split jalur di kawasan pajajaran - bantarjati, sedang Bro Eko melanjutkan perjalanan ke arah Depok.
 
Thx yaaaaa.. untuk acaranya ..Rame pisan euy...

Untuk dokumentasi masih sama ada di http://www.flickr.com/photos/sikeciel
Kritik dan saran silakan layangkan langsung ke : foxangeli@yahoo.com
 
 
 
 

Comments

Popular posts from this blog

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...