Skip to main content

GTA - Grand touring de Anyer 2008

Beberapa bulan setelah dilakukan Preti ( Pre-Touring ) Anyer. Tepat pada jumat malam tgl 27 Juni 2008 kami melakukan GTA - Grand Touring de Anyer 2008

Acara touring ini sudah lama direncanakan dan baru bisa terealisasikan bersamaan dengan acara Wisata Bhinnekanerz ke Anyer.

Jumat malam pada pukul 08.00, tim yang beranggotakan Lilo, Andri Dokter, Faisal, Indri Service ( the only one cewek yang ikud ! ), Ichsan, Tossa, Budi Service, Endang Service, Athur mulai melakukan perjalanan touring ke Anyer dengan check-point istirahat berada di Balaraja ( rumah dari Pak Endang ).

* Doa...and Start the engine*
Sebelum berangkat kami melakukan briefing ringan seputar kondisi jalan dan sikap sewaktu diperjalanan, briefing pun ditutup dengan Doa untuk memohon keselamatan sewaktu diperjalanan.

Perjalanan pun kami mulai, jalur ( path ) yang kami ambil adalah mulai dari Markas Besar Bhinnekanerz ged.Service Gn.Sahari menyusuri Jl.raya juanda menuju Fly Over Roxy dan kemudian ke arah Daan-Mogot tembus ke Kalideres

Beberapa kilometer sebelum perempatan cengkareng - Daan mogot, rombongan dihadang kemacetan yang cukup parah ( Proyek jalan Tol Bandara ).

Rombongan pun sempat terpencar dan sebagian mengambil jalan kampung ( ternyata sewaktu masuk kampung kami disambut mati listrik yang pada waktu juga memperparah kondisi lalu lintas )

Rombongan pun kembali berkumpul di Halte Terminal Kalideres. Perjalanan dilanjutkan kembali, untuk RC ( Road Captain - Pimpinan perjalan ) dipegang oleh Pak Endang, sedangkan untuk Sweeper/ Closing group dipegang oleh Pak Budi Service.

Kecepatan motor pun `hanya` berkisar 60 - 70 Kpj. Jarak Jakarta - Balaraja ( check point ) ditempuh dengan 2 jam perjalanan saja.

* Balaraja ....!!*
Kurang lebih pukul 10 malam, rombongan sampai di Balaraja. Kami pun disambut dengan hangat oleh keluarga dari pak Endang, dan dipersilakan untuk istirahat. ( sempat Pak Endang salah masuk rumah, heran euy.. padahal pulang kampung koq ya lupa dengan rumah sendiri Doh! )

Air teh dan snack pun mulai mengalir, dan tidak berapa lama, makanan besar pun mulai disiapkan ( ayam maknyus ).

Oh iyah, sebelum makan, kami pun berdoa bersama orangtua dari Pak Endang untuk keselamatan selama perjalanan dan kegiatan di Anyer nantinya. Dan... makaaaaaaan dimulai.

Setelah acara dirumah pak Endang selesai, perjalanan kemudian dilanjutkan kembali.Pimpinan rombongan untuk route Balaraja - Anyer dipegang oleh Lilo dan closing group tetap dipegang oleh pak Budi Service.

Suasana perjalanan malam sangat sepi, kami hanya ditemani beberapa truk-truk besar yang lalu lalang sepanjang route ini ( maklum lah kawasan industri )

*Sikeong terjatuh*
Sempat kami harus berhenti karena kecelakaan teknis, yakni klakson touring milik Lilo jatuh diperjalanan karena terkena lobang. Beruntung klakson tersebut masih bisa fungsi dan kemudian dipasang kembali. Dan perjalanan berlanjut.

Masuk kota serang, kami berhenti untuk mengisi BBM sambil menunggu yang mengisi bensin, kami sempatkan untuk photo².

Perjalanan berlanjut menuju Cilegon, pukul 12.30 lewat kalau tidak salah kami masuk kota cilegon. Berbeda dengan sewaktu acara Preti Anyer, jalanan dikawasan Industri cilegon ini sudah mulus diaspal. Padahal sebelumnya kita bisa melihat danau-danau besar yang berada ditengah jalan.

*Anyer.....here i come*
Kurang lebih pukul 01.00 dini hari kami masuk dikawasan wisata Anyar ( bukan ANYER ). Kami pun masuk disebuah kawasan wisata dan beristirahat di saung dipinggir pantai sambil menunggu pagi.

Pukul 07.00 pagi, kami sudah bersiap diri dan menuju ke Lokasi Wisata Bhinnekanerz. Kamipun disambut oleh panitia yang sudah rapi berbaju hijau...ada Regina, Ade, Olive, Tiar, Lista, dan Sanjaya.....

Well.. segitu dulu trip pemberangkatan dari kami... :D

Comments

Popular posts from this blog

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...