Skip to main content

Grounded Kiddo .. perlu ?

 Hi Guys,

Kejadian kemarin, jumat kemarin anak gue ngikutin PJJ sekolahnya. Disalah satu sesi, ada guru bahasa mandarin yang kreatif untuk membuat lomba menulis huruf mandarin. 

lombanya menulis cepat 1 kelas vs guru pengajar. hahah akhirnya guru kalah ( hahahaha sengaja lah ..)
dan 1 kelas pun seneng banget "ngalahin" sang guru.

nah, poinnya bukan cepat menulis dan menang disini yang gue pakai tapi lebih kepada belajar etika, moral dan empati.

Ketika menang, 1 kelas termasuk anak gue  untuk "meledek" guru, dengan gaya kayak tangan kelinci dan mencibirkan / mengeluarkan lidah. Pokoknya kalo dilihat sepintas lucu sangat.

tapi ngga bagi gue sebagai Orang Tuanya

Anak langsung gue Grounded ( bahasa kasarnya : anak mendapat hukuman ) ngga boleh nonton TV dan main Gadget full 2 hari ( sabtu minggu kemarin ). 

ih orangtua jahat, orangtua galak. padahal cuman ngeledek gitu 

ih cuman gitu sesimpel itu kan ? anak kan  hanya meledek guru koq via PJJ 

*biasanya pemerhati anak pasti nganggap gue orang tua yang dzolim


Monggo saja mereka mencap gue seperti itu.

Ketika gue meng"Grounded" anak, tentunya gue punya prinsip dan  alasan kenapa  menghukumnya ( satu poin terkait pembelajaran adalah "Anak WAJIB tahu alasan kenapa DIA diHUKUM" ).

alasan Grounded,gue kasih tahu ke  anak dengan bahasa halus tentunya, bahwa yang dia lakukan TIDAK SOPAN kepada Guru, 

sebagai anak dan sebagai murid, gue masih menambahkan anak gue  pelajaran Tata Krama dan Tata Kesopanan  wajib menghormati Guru, karena :

  • Guru adalah Orang Tua secara usia / fisik
  • Guru adalah wakil Orang tua secara fungsional pas di jam PJJ
  • Guru ada sebuah jabatan dan pekerjaan mulia.
  • menjadi Guru adalah panggilan jiwa. 

Anak gue kecewa ? Pasti !! tapi mau tidak mau dia harus menerima konsekuensi apa yang menjadi perbuatannya. Dia berjanji pada Papa Mamanya untuk belajar lebih baik dan tidak mengulangi perbuatannya.

pesan Papa Mama :

Ketika menjadi Orang sukses, menang ataupun Juara tidak boleh dan tidak baik untuk menjadi Sombong, Arogan, Angkuh dan bertindak semena-mena kepada orang lain ...

itu yang nilai penting yang gue tanamkan ke anak sedini mungkin.

Akhirnya selama 2 hari kemarin, anak memang ngga nyentuh Gadget dan nonton TV. dia lebih aktif menggambar dan membuat prakarya. 

Pagi tadi, dia semangat belajar karena dia tahu Hukumannya sudah berakhir . Dia paham dan dia senang...

*bahagialah selalu - JS







Comments

Popular posts from this blog

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...