Skip to main content

Nanggung ih ... sekalian

Good morning....

Pagi ini seperti biasa.
Bangun pagi. Walaupun masih status #pengangguranlyfe tp ndak boleh patah semangat. Bangun minimal tetep pagi lah yak.

Trus kali ini olga jalan pagi pistipis saja dulu,secara semalam tidur telat , sekitar jam 11 malam baru tidur. Maka jalan pagi kali ini agak pendek saja rutenya.


Sampai rumah ditanya bokap dari mana. Ya dijawab abis jalan pagi. Dibales ah cepet amat ? 15 menit ? Kujawab 33 menit sekian detik, menurut jam tangan digital.

Bokap mbales .. ah, nenek nenek juga bisa jalan segitu. Tanggung kenapa ndak sekalian 1 jam saja ? Ku diam.. malas menanggapi. 

Bagiku kualitas jalan sehat itu bukanlah dari lama atau jauhnya. Tp dari rasa badan merespon apa yg menjadi tujuan jalan kaki ini secara kontinu dan berkesinambungan ( halah ) 

Tujuannya supaya SEHAT bukan ? Bukan ngoyo jauh dll... 

So, 
Bagi kalian yang mau nyoba olahraga pastikan tidur cukup dan ngga usah ngoyo dalam olahraga. Sedikit tpi rutin akan lebih baik hasilnya. Perbanyak minum air mineral

Kalau sudah mahir, boleh lah dihajar jalan kaki 5-6 km'an ( kurang lebih 4 mil ) secara rutin. 

Jangan lupa 3M selama Pandemi ini. 
Masker, menjaga jarak dan Mencuci tangan dengan sabun.

Salam sehat selalu. Tuhan memberkati. Amin 



Comments

Popular posts from this blog

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...