Skip to main content

not cool , not good 🙄....

Judulnya kayak gimanaaaa gitu... lebih kearah negativity yak.

Tp bener koq, semaleman gue ngalamin kayak gitu kondisi 'not cool, not good'. Dan ini akibat dari tingkah laku gue sendiri.

Sore kemaren, sesuai jadwal gue makan malam. Cukup kenyanglah untuk sore kemaren. Nah, gak berapa lama tawaran cemilan dateng. Njirrr, kepingin gue.
jadilah nyobain cemilan. 

Makan malam + cemilan .. catet yaa

Lanjut ada minuman botolan dingin, nah sore kemarin kan Bintaro dan sekitarnya hujan cukup lebat dan hawanya jadi dingin.

Makan malam + cemilan + minuman dingin pada cuaca dingin...tambah catetannya

Gak berapa lama, mantan pacar nawarin Tape Ketan Item dingin... 🤔😎... awesome lah yaaa. Dikasihlah dalam porsi cukup banyak.

Makan malam + cemilan + minuman dingin + tape ketan item dingin.... catetan update 

Fix lah ya, perut gue full
...
...
...
Malamnya, sekitar jam 00.00 wib . 4 - 6 jam dari jam makan tadi perut gue berontak mules dan panas . Hadeeeh mana masih hujan semalam tambah dingin.

Pas tengah malam akhirnya perlu gue selesaikan secara natural... BAB alias buang air buaaaanyak.

Mules berkurang, tp hawa panas perut .. ngga bisa ilang 😫.

Perut mulai berangsur-angsur  bersahabat lagi 2 - 3 jam kemudian. Itu pun dengan kondisi gue harus kentat kentut ngeluarin tekanan gas dan minum anget. Plus doaa... ( gue ampe doa Bapa Kami )..

fyuuuhh.....Finally gue bisa tidur nyenyak kembali.

..
..
..
Hikmah dari kejadian diatas adalah Gue terlalu rakus. Kalau sudah porsi cukup ya cukup, jangan berlebihan.

.ah, ternyata sudah pagi bukan ???  
Selamat pagi kawan, minum air mineral dulu 

catatan : foto meriam di Mess KALREZ Petroleum Seram Ltd
Bula - Seram Bagian Timur


Comments

Popular posts from this blog

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...