Skip to main content

[ InTips - Info & Tips ] Kehilangan benda berharga di KRL ?

 


Hai Gaezeh...

Apa yang kalian baca dari cuplikan gambar diatas ? yaaa..Berita Kehilangan barang berharga di moda transportasi umum.

Kehilangan barang dimoda transportasi umum ini menjadikan musibah / berita sedih bagi yang tertimpa. contoh kehilangan dompet, kertas kerja kantor yang penting, data, kartu identitas kantor dan sebagainya. Banyak waktu yang pastinya akan mereka buang untuk memproses kehilangan ini.

tempat kehilangan pun bisa banyak macam, mulai dari angkot, bis, kereta, kapal, dan pesawat terbang

Karena beberapa waktu lalu transportasi gue lebih banyak menggunakan KRL, maka gue turut terpanggil untuk lebih membagikan info bagi para penumpang KRL, dengan tujuan penumpang lebih waspada.

KRL - Kereta Rel Listrik  sebagai salah  moda transportasi massal berbasis rel pun tidak luput jadi tempat untuk menjadi Tempat Kejadian Perkara kehilangan barang ini, 

Apa saja sih MO atau Modus Operandi - atau Cara beroperasinya ?

Kejahatan Menukar Tas 

Menukar tas ??

Ya, Si pelaku menukar tas yang dia bawa dengan tas korban. Isi tas pelaku biassanya berupa sampah-sampah ataupun barang hasil kejahatan sebelumnya.

Bagaimana caranya ?

Kalau yang gue baca dan amati dari tulisan korban disosmed, gue bisa beropini begini bahwa kejahatan sistem tukar tas ini adalah, si pelaku sudah mengincar korban sebelumnya. Kalau penjahat yang sudah mahir pun ngga perlu nunggu 1 minggu, begitu terlihat ada kesempatan dan korban lengah .. maka terjadilah.

ada juga yang sistem hantam kromo, yakni barang korban langsung diambil tanpa ada tukar tas / barang lain, porsinya dibawahnya sistem tukar tas tadi.

Kejahatan Silet Tas

Kejahatan berikutnya adalah Sistem Silet tas, dengan adanya kejadian tukar tas tadi, pasti akan membuat penumpang lain takut dan akhirnya akan membawa tasnya sendiri. Faktor kepadatan KRL menjadi keuntungan tersendiri bagi pelaku kejahatan ini. Dengan memanfaatkan padatnya penumpang, pelaku Silet tas ini akan leluasa untuk mendapatkan target, biasanya berupa dompet

Kejahatan Copet dengan trik berupa keributan sebagai pengalih isu

Nah, kalau ini jarang terjadi. bukan tidak pernah. Si pelaku biasanya bergerak secara kelompok paralel. Pembagian tugas berupa, ada pengambil benda berharga, pengaman benda berharga dan pengalih isu. Pengalihan isu biasanya pura-pura saling senggol dan berantem atau menciptakan keributan.

Dengan adanya keributan, pastinya penumpang akan teralihkan pandangannya, dan si pelaku pun leluasa mengambil barang berharga tersebut.

Kejahatan Copet dengan cara menghalangi korban dipintu KRL 

untuk yang satu ini, temen gue yang ngalamin langsung. Pelaku bergerak secara berkelompok dan biasanya mengapit kanan kiri, sehingga korban seolah-olah sudah tidak berdaya. 

Caranya, ketika korban hendak turun, pelaku didepan seolah-olah menghalangi bisa dengan cara berbalik arah atau melakukan gerakan yang menghalangi pandangan korban.

pelaku lainnya, bertugas mengambil barang berharga ( hp, dompet ) dan mengoperkan ke pelaku lain yang seolah-olah ikut turun disetasiun yang sama dengan korban ( namun dia sebenarnya pindah ke gerbong / kereta lainnya ).


catatan penting: 

kostum pelaku pun bertransformasi dari yang kelihatan angker ( kayak bandit di TV ), berubah menjadi pekerja kantoran, pedagang, ataupun pelajar kampus. 

Nah, contoh diatas itu adalah kejahatan yang terjadi secara terus menerus .

Sebagai penumpang, apa saja sih tindakan pencegahannya ??

  • Jangan meletakkan barang berharga dirak atas tanpa diawasi, paling sering kejadian kejahatan tukar tas ini adalah korban meletakkan tas yang berisi barang berharga dirak atas dan lepas dari pengawasan.
  • Kalaupun tidak meletakkan tas dirak, dekap tas tersebut dibagian depan. Hal ini mencegah pelaku untuk leluasa melakukan silet tas.
  • Simpan barang berharga ditas yang dimungkinkan sulit untuk dijangkau oleh silet ataupun tangan. ( ada anak tas yang berlapis-lapis didalamnya itu sedikit banyak menyulitkan pelaku silet )
  •  Jangan pernah mengantongi barang berharga anda di Saku / kantong jaket ataupun celana, karena ini sangat mudah untuk terambil .
  • Jangan menggunakan perhiasan secara berlebih dan mengundang kejahatan
  • Selalu ikut anjuran announcer dari Petugas KRL yang berdinas terkait pengamanan benda berharga

Nah, masukan juga penyedia layanan KRL , saat ini dipegang oleh PT KCI - Kereta Commuterline Indonesia,

  • Perbanyak petugas keamanan dalam perjalanan KRL 
  • adakan CCTV yang aktif untuk memantau pergerakan penumpang dalam KRL 


Nah, sekian sih catatan gue tentang kejahatan di KRL. Semoga penumpang semakin waspada dan berhati-hati, dan untuk operator pun semakin profesional baik dari SDM maupun infrastrukturnya.

Salam Waspada


Berkah Dalem 



referensi awal : 
https://megapolitan.kompas.com/read/2020/11/09/13103821/kehilangan-laptop-dan-dompet-di-krl-penumpang-saya-harus-ganti-rp-16-juta?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter







Comments

Popular posts from this blog

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...