Skip to main content

Jalan sehat atau Jajan Nekad ??

Pagi Gaez,

Kali ini gue mo sharing kegiatan ajah sih yak.

Pagi ini gegara bangun kesiangan, akhirnya memutuskan buat jalan pagi tipis saja. Track pendek untuk jalan pagi.

Nah,kebetulan lagi pingin banget yang namanya Mie Ayam Donoloyo akhirnya jalur yang diambil pun searah dengan lokasi mie ayam tersebut.

Rute yang gue ambil, dari rumah menuju Pura Merta Sari - Rempoa  ( lokasi persisnya di dekat perumahan Villa Flamboyan ) ,  lanjut dari situ lewat cafe Songolas .

Kemudian berlanjut menuju Kelurahan Rengas  disebelah kelurahan ini ada deretan gerobak pedagang makanan, salah satu diantaranya adalah Gerobak Mie Ayam Donoloyo ini.

Sayangnya ...... Gerobaknya masih tutup ...:cry 😭😭

Yaaaaah sedikit kecewa nih, tapi ya sudahlah coba alternatif makanan berikutnya ... Gendar Pecel dipasar sektor 2 . Untuk menuju ke pasar sektor 2, mengambil rute via Komplek KPK - Kutilang Punai Kenari.

Berhubung pandemi Covid19, sehingga akses ke komplek ini dibatasi. Untuk kendaraan roda 2 dan 4 hanya melalui 1 pintu saja.

Setiba dipasar Sektor 2, menuju tempat pedagang gendar pecel ini. Lokasi tepatnya didekat apotik Raya depan tempat Gym ( Body Building

Ternyata mereka ngga bikin..... Gendar Pecelnya hanya ada Sabtu dan Minggu saja...:sad ☹😫

Ya sudahlah, alternatif ketiga ... Ketoprak langganan. Posisinya diseberang tukang Gendar Pecel ini. Beli take-away. 

Eh karena pingin kerupuk bangka tenggiri.. ya wislah .. totalan masuk ke pasar sektor 2 ama cakwe 
Balik jalan kaki ternyata gue bawa :

1. Sebungkus Ketoprak 
2. Kerupuk Tenggiri Bangka
3. Cakwe 

Ini jalan pagi apa jajan kuliner sih yak ??? *ngakak 
Yang penting happy...
Eh..eh gue ntar tetep ngirim lamaran kerjaan... #korbanPHK

Rute perjalanan gue direcord oleh Mi-apps dan Strava ( disini ) , jadi bisa dilihat kemana-kemananya

Semangat yaaaa
Berkah Dalem

Comments

Popular posts from this blog

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...