Skip to main content

Kritik JR205-9 ? "..Dadi wong ki sing Solutip ..."

 Selamat pagi gaez,


Minggu-minggu ini jagad persepuran di dunia Maya lagi rame dan heboh. Heboh terkait pengiriman KRL JR205-9 /  Rangkaian SL09 ke Jawa tengah. 

Bukan heboh mengenai sukacita tentang bakalan jalur Jogja - Solo menggunakan KRL - JRseries eks jepang ini , melainkan pada kejadian :




Rame photo dan video bersliweran dan para netijen persepuran sibuk berkomentar. 

Ada yang berkomentar ala kadarnya, ada pula komentar-komentar yang berisi kritikan dari yang mulai kritikan cabe 1 sampe kritikan ala cabe terpedas di Dunia - Carolina Reaper



foto sumber : google.com 

Banyak dari kritikan netijen ini menyalahkan kenapa tidak adanya tim survey, atau kenapa nekat meloloskan rangkaian ini via jembatan tersebut, padahal rangkaian beda dimensi tingginya.

Kritik..
Kritik..

Apapun itu, kritik dan saran sebaiknya pun disampaikan secara santun dan beradab. 
Kalau memang niat kritik dengan super pedas, berikan juga alasan dan SOLUSI nya ( walaupun nantiknya tim terkait tidak menggunakan solusi tersebut )

mengutip meme Tokoh Ibu Tejo ( salah satu tokoh  film pendek "Tilik" )


foto sumber : google.com 

Dadi Wong ki sing Solutip

atau bisa dikatakan :

Jadilah orang yang memberikan Solusi / pemecahannya terhadap suatu masalah.


Nah....Gue ??
sampai saat ini masih mencoba menjadi yang lebih baik. Semoga kalian juga ya....



Berkah Dalem


Comments

Popular posts from this blog

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...