Skip to main content

Nyasar ???.. jangan takut

Pagi Gaezeh...

Kali ini gue lempar pertanyaan,....

Pernah kalian NYASAR pas dalam suatu perjalanan? 

Alih-alih pingin lebih cepet tapi malah ngga jelas jalan kemana-mana. Pastinya pernah kan ? 

Atau ngga paham suatu kondisi terus pake GPS, tapi ada miss dalam realita, misalkan rute diarahin ke Jalan X, setelah ikuti jalan X ternyata ujungnya diportal. Bingungkan? 

Karena kadang atau malah seringnya GPS tidak menampilkan informasi detail. Akhirnya kita keder, jiper atau galau mau ke arah mana, alhasil muter-muter.

Walau akhirnya sampai di tujuan.... setelah muter-muter 🤣

Kali ini gue jalan sehat tipis saja sih. Sekalian jalan trus pulangnya nanti gue ambil Cucian yang udah kelar. Nah, #jalansehat tuh gue...


Ehhhh setelah jalan beberapa saat..lewatin portal tertutup  jalan sepi kiri kanan ternyata kayaknya atau malah... Gue nya Nyasar. Videonya ada di ( Sini

Waaaaaaha nyasar, tapi gue belajar dari kejadian bareng bokap nyokab pas masih bisa nyetirin beliau berdua ke luarkota. 

Jalur yang diambil jarang menggunakan jalur resmi, lebih kearah jalur alternatif.. dan parahnya sering Nyasar 🤣

Alih-alih takut atau apa, bokap mensupport gue begini : 

"JANGAN PERNAH TAKUT NYASAR, HITUNG AJAH SEBAGAI NYARI RUTE BARU" 

wah iya yak... Rute Baru ( padahal mungkin dalam hati bokap waktu itu juga jiper keder kayak gue 🤣😂 ) 

Nah balik lagi ke Nyasar ini. Menurut gue, seandainya kalian bener-bener nyasar ada beberapa cara sih ya : 

1. Berhenti ditempat kemudian menelpon orang yg paham
2. Menggunakan GPS
3. Bertanya pada penduduk lokal 
4. Jalan terus.
5. Putar balik ke tujuan semula.

Yang penting sih,  kalian jangan panik dan tenang ( minum banyak air mineral ) 😁.

Oh iya, rute perjalanan gue direcord ama Strava ( Stravrute )  dan Mi-Band3 apps 

So.... semoga kalian ngga takut kalo nyasar lagi yaaa

Ingat , Nyasar = Membuka rute baru 

Cheers..

Berkah Dalem 








Comments

Popular posts from this blog

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...