Skip to main content

Sticky Agent : Customer serasa memiliki asisten pribadi

 



Perbincangan Nasabah dengan CS sebuah Bank


CS              : " Selamat siang dengan Nida, ada yang bisa dibantu ?"

Nasabah     : "Hi Nida, kartu atm saya jatuh dijalan, mau saya blokir dulu"

CS              : "baik, sebentar ada pertanyaan yang harus dijawab untuk konfirmasi"

Nasabah     : "baik" 

CS              : "Tempat dan tanggal lahir ?

Nasabah     : "Jakarta .......tuuttt "

( koneksi terputus mendadak ) 

Nasabah     : "haloo.. haloo.. haloo "


Sekelumit sitkom diatas pernah terjadi pada anda bukan ? Rasa Jengkel, marah dan emosi pasti akan muncul seketika dan bercampur aduk.

Ketika sedang proses menjawab credential terkait proses blokir ATM sedang berlangsung, telepon mendadak terputus. Kalau langsung menghubungi CS kembali, belum tentu dengan CS yang sama yang menjawabnya.

dan proses pun akan diulang kembali, dan ini tentunya membuang waktu, tenaga dan bahkan pulsa telpon anda. Anda harus mengulangi proses yang ada.


Primetelco hadir  memperkenalkan fitur "Sticky Agent", fitur ini sangat berguna bagi perusahaan-perusahaan yang memasang Primetelco sebagai solusi contact centernya, selain berguna bagi perusahaan, fitur ini juga sebenarnya lebih mengutamakan customer / pelanggan itu sendiri. Sebagai bagian dari Customer Sentris 

Primetelco ini membuat Customer menjadi naik kelas, bisa merasakan menjadi VIP Customer / Premium Customer dan mempunyai "Asisten pribadi" pada personal contact center. Hal ini tentunya akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi perusahaan tersebut


Anda berminat ?


Langsung hubungi :


PT Prime Teknologi Digital Informindo 

( #PTDigital ) 

OnePM Building 2nd Floor
Jl. Boulevard Gading Serpong Blok M 5 No 17 - 18
Tangerang, Banten, Indonesia, 15810
Telp : +62 21 5080 5297 (Menu #1)

Chat Us at : +62 899 6677 888

Email : staff01@ptdigital.com / info@ptdigital.co.id


Comments

Popular posts from this blog

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...