Skip to main content

IoT Mobility : Teknologi GPS untuk membantu para Lansia

Pernahkah ketemu dan  membaca berita di beberapa media atau bahkan ramai di sosial media, tentang Lansia tersesat saat ingin kembali ke Panti Wreda ( Panti khusus Lansia ) ? 

Karena ingatan tua yang semakin terbatas menyebabkan kesulitan mengingat secara lengkap dan detail tentang banyak hal mulai dari nama, wajah, usia atau bahkan arah jalan. 

Menemukan Lansia tersesat dan mengembalikan ke Panti Wreda tersebut tentunya memerlukan daya upaya yang cukup extra. Mulai dari Pihak Panti, pihak aparat, pihak dinas sosial, sampai dengan publik pun menuangkan daya upaya untuk mencari dan membantu Lansia tersebut untuk dapat pulang kembali berkumpul di Panti Wreda ini. 

Teltonika, salah satu produsen perangkat IoT di Dunia dari Lithuania ini , mempunyai produk-produk unggulan untuk menjembatani hal-hal permasalahan yang dijumpai di masyarakat. Salah satunya solusi yang diperkenalkan antara adalah IoT Mobility Teltonika GH5200

Teltonika GH5200 dirancang dan didesign sedemikian rupa untuk membantu mobilitas penggunanya. Penampakannya pun mirip dengan kartu Identitas KTP, Kartu Kredit, Kartu Debit Bank, dll. Hanya memang berbeda untuk ketebalannya. unit Teltonika GH5200 ini agak tebal karena didalamnya terdapat perangkat GPS dan Baterai yang terpasang didalamnya. 





Fitur-fitur keunggulan dari Teltonika GH5200 adalah :


1. Tombol SOS ( SOS Button ) 

Perangkat Teltonika GH5200 ini mempunyai tombol khusus, yakni tombol SOS pada bagian belakangnya. Kegunaan tombol ini ketika ditekan, maka segera akan mengirimkan warning / sinyal kepada petugas pemantau . Tombol SOS yang bisa diprogram untuk melakukan panggilan jika sesorang membutuhkan bantuan.

2. Man Down Alert 

Perangkat Teltonika GH5200 juga mempunyai kemampuan mendeteksi apabila pengguna tersebut terjatuh. Secara otomatis, akan mengirimkan sinyal Distress kepada monitor pemantau yang berupa output notifikasi berupa email atau notifikasi pada mobile app .

3. Heart Rate Measurement 

Perangkat Teltonika GH5200 ini juga dapat ketika dipadukan dengan gelang / jam tangan yang Mengukur detak jantung dan menentukan range batas normal detak jantung, otomatis notifikasi akan segera dikirim melalui email dan mobile app jika perangkat mendeteksi detak jantung diluar batas ambang yang sudah ditentukan sebelumnya.


Masih banyak fitur-fitur lain dan spesifikasi teknis, 

cukup dengan mendownload di GH5200 Teltonika atau kunjungi website PTDigital  ( fitur WA , Click to Call tersedia disana ) 

Selamat membaca.....

#lansia 


Comments

Popular posts from this blog

Selasa di Bogor: Antara Rindu, Doa, dan Perpisahan

Hari Selasa ini terasa sedikit "berat". Langit Jakarta mendung menggantung, tapi udaranya gerah bukan main. Di tengah suasana yang bikin gerah hati dan fisik ini, tiba-tiba Oma mengajak pergi: "Ayo ke Bogor, kita tengok rumah lama." Tanpa pikir panjang, kami langsung meluncur. Persinggahan di Tajur Tujuan pertama adalah Tajur, Bogor . Rasanya kurang afdol kalau ke Bogor tapi tidak bawa buah tangan. Jadi, kami sempatkan mampir membeli oleh-oleh untuk kerabat di sana. Lucu ya, padahal Bogor itu gudangnya makanan, tapi tradisi membawa buah tangan tetap jadi perekat silaturahmi yang paling manis. Sebelum ke rumah utama, kami mampir dulu ke salah satu rumah kerabat. Di sinilah suasana mulai berubah haru. Kami mendapat kabar bahwa Oma penghuni rumah utama sedang sakit keras dan sudah tidak bisa berjalan lagi. Kabar dari Rumah Utama Begitu sampai di rumah utama, hati rasanya mencelos melihat kondisi Oma. Ternyata, kombinasi kolesterol dan gula darah tinggi membuatnya haru...

One Day Trip Perjalanan Dinas ke Bandung: Kereta, Coding, dan Travel 80km/jam!

Senin kemarin, tim kantor saya dapet tugas buat meluncur ke Kota Kembang. Bukan buat liburan cantik, tapi ada agenda penting ketemu klien. Perjalanan kali ini bener-bener definisi "efisiensi waktu". Berangkat: Laptop Tetap On! Kami pilih naik Kereta Api buat keberangkatan. Emang paling bener, sih. Selain bebas macet, suasana gerbong yang tenang malah bikin fokus makin tajam. Alhasil, sepanjang jalan saya bukannya liatin pemandangan, tapi malah asyik oprek laptop buat beresin kerjaan. Productivity on track! Bandung yang "Hangat" Sampai di Bandung, kami langsung disambut cuaca yang cukup kontras sama ekspektasi. Hari itu Bandung lagi cerah banget, terik, dan panasnya lumayan nendang. Ditambah lagi drama kemacetan kota yang khas, bikin perjalanan menuju lokasi klien jadi tantangan tersendiri. Tapi semua terbayar setelah diskusi bareng klien selesai dengan lancar. Pulang: Melaju Cepat dengan Shuttle Beres urusan, kami langsung arah balik ke Jakarta. Kali ini, kami pil...

Libur Lebaran 2026: Jakarta Ramai, Bagaimana Wisata Luar Kota?

Halo teman-teman! Nggak terasa ya, euforia Lebaran sudah mulai bergeser ke fase arus balik. Kalau kita lihat pemandangan di Jakarta selama beberapa hari terakhir, suasananya seru banget. Tempat hiburan "merakyat" seperti TMII, Ragunan, dan Kota Tua benar-benar jadi primadona. Ribuan wisatawan datang membawa sanak saudara, lengkap dengan bekal makanan melimpah yang digelar di atas tikar. Tradisi "makan bareng" keluarga besar ini sukses bikin suasana makin hangat! Kondisi ini tentu jadi berkah luar biasa buat para pedagang di sekitar lokasi wisata. Mereka benar-benar panen rejeki sepanjang libur Lebaran 2026 ini karena daya beli masyarakat di ibu kota tetap stabil untuk hiburan yang terjangkau. Kontras dengan Wisata Luar Kota Namun, cerita berbeda datang dari luar kota. Beberapa info menyebutkan adanya penurunan omzet di destinasi wisata daerah. Kabarnya, selain karena daya beli masyarakat yang sedang turun, penerapan tarif retribusi wisata yang cukup tinggi per ke...